Ternyata membuat event atau kegiatan di sekolah itu tidak semudah yang kamu bayangkan ya? Bukan hanya persiapan pra kegiatan, namun saat kegiatan sekolah telah selesai, kita juga masih dipusingkan dengan laporan kegiatannya. Jangan khawatir, ada contoh laporan kegiatan sekolah yang akan membantu Anda.
Contoh laporan kegiatan sekolah akan menjadi solusi bagi kamu untuk menyusun laporan kegiatan pada kepala sekolah. Dengan contoh laporan ini, kamu bisa memiliki gambaran apa saja harus kamu tuliskan di laporan kegiatan.
Contoh Laporan Kegiatan Sekolah Penerbitan Buletin SMA
LAPORAN PENGESAHAN KEGIATAN
- Judul Kegiatan : Penerbitan Buletin Mata edisi XLIX
- Nama Ekstrakurikuler : Matapena
- Panitia Pelaksana
- Nama : Ika Setyani
- Jabatan : Pimpinan Redaksi
- NIS : 9087654
- Kelas : XI
- Bentuk Kegiatan : Penerbitan Buletin
- Biaya Kegiatan
- Sumber : DPP Siswa
- Jumlah : Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah)
Bandung, 12 Desember 2016
Panitia pelaksana
Launching Buletin Mata
Pemimpin Redaksi,
Ika Setyani NIS : 9087654 |
Sekretaris Redaksi,
Nur Fauzan NIS : 785956 |
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim,
Alhamdulillahi rabbil alamin kami haturkan puji dan syukur kehadirat ilahi robbi. Karena hidayat, karunia dan pertolongan-Nya kami dapat melaksanakan agenda penerbitan Mata edisi XLIX Desember dengan lancar.
Shalawatullahi wasalamullah, senantiasa kami curahkan terhadap Rasulullah SAW , sang hamba pembawa obor penerang akan gelapnya dunia jahiliyyah, sehinnga kita semua dapat merasakan indah dan nikmatnya alam pengetahuan, alam yang penuh makna, alamnya sang generasi pelajar.
Usaha yang kami lakukan untuk menerbitkan buletin ini, kami anggap sebagai bentuk dedikasi untuk turut melaksanakn titah dan risalah kenabian, yakni dengan berusaha mentranfer keilmuan jurnalistik dan kepenulisan bagi anggota. Meski dalam perjalanannya banyak kami jumpai aral dan rintangan terjal, namun, semua itu kami anggap sebagai bumbu sedap sang pejuang pena.
Lebih dari itu dalam agenda pelatihan ini, kami tak dapat melupakan jasa beberapa kalangan yang telah rela untuk mensukseskan lancarnya kegiatan ini. Ucapan terima kasih terhadap Ibu Fuziyah (Kepala Sekolah SMAN 2 Bandung), Bapak Abdul Fattah (Pembimbing Buletin), dan Bagian Tata Usaha beserta jajarannya, atas keikhlasan dan semangat pengabdiannya.
Laporan Kegiatan ini dibuat sebagai wujud tanggung jawab dalam menjalankan amanah yang diembankan kepada kami sebagai panitia. Besar harapan kami, laporan ini dapat dijadikan bahan evaluasi dari kinerja kepanitiaan yang telah berlangsung.
Harus kami akui bahwa laporan kegiatan ini masih jauh dari kesempunaan. Dengan demikian, kami mengharap kritik-saran dari semua pihak terkait, tentu untuk perbaikan terhadap kinerja kepanitiaan kegiatan selanjutnya. Terimakasih dan salam persma.
Bandung, 12 Desember 2016
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Saat masa orde baru kebebasan media sempat diambil alih oleh pemerintah. Hal ini disebabkan adanya usaha pemerintah yang ingin mempertahankan kekuasannya. Pemerintah orde baru sadar bahwa media sangat berbahaya dilihat fungsinya sebagai alat perjuangan masyarakat untuk mengeluarkan aspirasinya dan kritikan terhadap pemerintah.
Setiap ada media yang menyerang pemerintah, maka media tersebut langsung dibredel. Beruntungnya, pasca lengsernya Soeharto dan berakhirnya masa orde baru, kebebasan media bisa didapatkan kembali.
Apalagi ditambah dengan dikeluarkannya UU Pers No. 40/1999 dan UU Penyiaran 32/2002 . UU tersebut merupakan tonggak meningkatnya jumlah media secara signifikan di Indonesia.
Seiring berkembangnya media yang ada di Indonesia, ternyata menimbulkan permasalahan tersendiri. Yakni tentang kinerja media ketika memberikan informasi kepada masyarakat. Media jadi lebih mementingkan rating untuk mendapatkan keuntungan.
Hal ini sangat disayangkan sebab ketika media begitu kebablasan. Kebebasab tersebut malah disalah gunakan. Lalu menimbulkan banyak anggapan bahwa kebebasan media sudah keterlaluan.
Kebebasan media yang sudah kebablasan ini, bisa dilihat dilihat dari konten yang media sajikan. Di mana konten tersebut sekarang ini tidak mementingkan informasi yang baik untuk masyarakat. Akan tetapi lebih menyajikan hiburan yang melulu memberikan sesuatu yang tidak mendidik.
Masalah seperti ini sudah mengakar di Indonesia. Media pun memang tidak dipungkiri saat ini lebih mementingkan keuntungan daripada manfaat yang didapatkan masyarakat. Melihat kondisi media Indonesia yang seperti ini, maka gerakan Literasi Media sangatlah penting untuk siswa dan masyarakat.
Literasi media adalah kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk.
Melihat pentingnya pengawalan di atas, kegiatan ekstrakurikuler Mata di bawah naungan OSIS. Mencoba untuk melakukan langkah-langkah strategis guna turut serta memberikan pendidikan melek media pada masyarakat.
Khususnya kepada Siswa-siswi SMAN 2 Bandung. Langkah tersebut kami realisasikan dalam bentuk penerbitan media buletin, yakni buletin Mata. Lebih dari itu, adanya penerbitan Mata juga berperan sebagai bentuk pengawalan atas dinamika kampus, baik birokrasi, Dosen maupun Siswa.
Maksud dan Tujuan
Secara garis besar kegiatan ini bertujuan untuk
- Menampung kreativitas menulis Siswa SMAN 2 Bandung.
- Sarana publikasi dan menggali potensi menulis para Siswa SMAN 2 Bandung, khususnya anggota yang tergabung di kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik.
RUANG LINGKUP
Kegiatan ini sebagian besar diprioritaskan terhadap Siswa-siswi SMAN2 Bandung.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
Panitia dan Peserta
Kegiatan ini dilaksanakan oleh crew buletin Matapena, dengan struktur sebagaimana terlampir.
Sedang peserta dimaksud dalam kegiatan ini adalah Siswa yang menerima distribusi buletin Mata.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember di lingkungan SMAN 2 Bandung.
Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari : Selasa
Tangggal : 06 Desember 2016
Waktu : 08.00 WIB
Tempat : Aula SMAN 2 Bandung
Adapun materi dalam kegiatan ini ialah berupa konten/rubrikasi sesuai dengan tema yang kami angkat.
Biaya
Kegiatan ini menghabiskan dana sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah). Terlampir.
Evaluasi kegiatan
Secara keseluruhan, faktor pendukung dalam kegiatan penerbitan ini ialah tingkat soliditas dan integritas kawan-kawan crew yang sangat tinggi, sehingga memudahkan launching buletin ini.
Sementara, faktor penghambatnya ialah soal sangat minimnya dana yang diberikan pihak sekolah. Sehingga jumlah buletin yang kami cetak sangat sedikit. Imbasnya, proses transformasi ide yang Matapena lakukan terhambat.
BAB III
HASIL YANG DICAPAI
Penerbitan buletin Mata edisi XLIX Desember sebenarnya merupakan sebuah srategi yang pengurus Matapena lakukan guna memancing kreativitas siswa SMAN 2 Bandung.
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Sebagai siswa kami sadar bahwa tanggung jawab tidak hanya selesai di ruang kelas. Karenanya, melalui buletin Mata, kami ingin mengasah kreativitas siswa SMAN 2 Bandung untuk lebih berkarya.
2. Saran dan Rekomendasi
Menulislah untuk menuju keabadian. Matapena hadir untuk siswa yang ingin lebih menggali potensi bakat menulisnya. Salam Matapena
***
Nah, itu tadi adalah contoh laporan kegiatan sekolah. Jangan bingung-bingung lagi ya. Selamat mencoba.